Ada dua sumber naskah yang dapat dirujuk untuk mengetahui aspek mitologis dalam masyrakat Dieng, yaitu Babad Dieng dan yang kedua adalah Serat Centhini. Hingga saat ini saya belum berhasil memperoleh naskah pertama. Oleh karena itu dalam paper ini saya hanya akan merujuk pada naskah kedua. Sumber lokal tertua yang mengungkapkan tentang cerita-cerita mistis di sekitar Candi Dieng adalah Serat Centhini, pupuh 83-87. Serat Centhini disusun oleh sebuah tim yang diketua oleh Pangeran Adipati Anom, kelak menjadi Sunan Pakubuwana V, pada awal abad ke 19, kurang lebih pada tahun 1815. Menurut Lombard, penulisan Serat Centhini merupakan upaya dari pihak pusat, kerajaan, untuk merangkul tradisi pinggirian dan memasukkannya ke dalam tradisi Jawa yang besar.
Jelang Muktamar Ke-35 Besok, NU Diingatkan Tak Tergoda Pragmatisme Politik
-
NU diingatkan agar tidak tergoda dalam hingar-bingar politik dan
menghindari suksesi kepemimpinan yang berwatak pragmatis-transaksional.
13 minutes ago



