Showing posts with label Nasionalisme. Show all posts
Showing posts with label Nasionalisme. Show all posts

Wednesday, May 9, 2012

Perda Bernuansa Agama dan Masa Depan Demokrasi Indonesia, Sebuah Sketsa


Oleh Ahmad SuaedyHadirnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) bernuansa agama sejak demokratisasi dan desentralisasi Indonesia paka Orde Baru telah membetot perhatian banyak kalangan. Sebagian besar mengkhawatirkan bahwa fenomena ini akan menjadi titik balik bagi demokratisasi, yaitu munculnya benih-benih diskriminasi dan pengabaian kesataraan semua warga negara di depan hukum dalam Indonesia yang menganut negara hukum, bahkan hendak mengubah Indonesia menjadi negara yang berdasarkan agama (Islam).
Kekhawatiran demikian sangat beralasan mengingat didirikannya negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945--dengan segala amandemennnya, justeru dimaksudkan sebagai dasar bagi negara demokrasi yang menjunjung tinggi kesamaan warga negara di depan hukum. Di beberapa daerah, praktik dari Perda dan aturan-aturan tersebut telah memberikan efek diskriminasi bagi pelayanan publik yang sangat nyata (Subair Umam dkk, 2007).

Wednesday, April 25, 2012

Kontroversi Perda Syariah (Tinjauan Etika)


Angin baru mewarnai situasi politik Indonesia, ketika reformasi tahun 1998 bergulir. Sistem politik sentralistik yang dibangun oleh Orde Baru, secara tajam dikritik habis-habisan karena telah menyebabkan jurang pemisah yang tajam antara pusat dan daerah. Muara dari gejolak ini adalah ditetapkan kebijakan desentralisasi lewat produk yuridis UU No. 2 tahun 1999 yang kemudian diperbarui dengan UU No. 32 tahun 2005.
Undang-Undang Otonomi Daerah telah memberikan kewenangan yang lebih kepada pemerintah daerah untuk mengatur tata pemerintahan dan masyarakat di daerah tersebut. Dalam perkembangannya, arus baru ini mendapatkan respon yang beragam dari masing-masing Pemerintah Daerah. Salah satu respon yang menimbulkan kontroversi adalah Pemberlakuan Peraturan-Peraturan Daerat yang berlandaskan syariat (hukum agama), dalam konteks ini adalah Islam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Perda Syariah.

Monday, November 1, 2010

Suharto's No Hero

Tiga tahun yang singkat setelah kematiannya, di Indonesia diktator Soeharto telah dinominasikan untuk persiapan yang akan ditetapkan sebagai "Pahlawan Nasional." Keputusan akhir di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. dan setiap kehormatan kemungkinan akan diumumkan pada tanggal 10 November Hari Pahlawan. Presiden Obama dijadwalkan berkunjung ke Indonesia sekitar tanggal tersebut.
Setelah Soeharto meninggal pada bulan Januari 2008, ETAN wrote:

Mantan diktator Jenderal Suharto di Indonesia telah meninggal di tempat tidur dan tidak di penjara, melarikan diri keadilan bagi berbagai kejahatan di Timor Timur dan di seluruh kepulauan Indonesia. Salah satu pembunuh massal terburuk di abad ke-20, korban meninggal masih shock ...

Kita tidak bisa melupakan bahwa pemerintah Amerika Serikat secara konsisten mendukung Soeharto dan rezim-nya. Sebagai mayat menumpuk setelah kudeta dan

Thursday, September 16, 2010

Soekarno Tergoda Wanita Cantik , Benarkah Beliau Dijebak KGB

Membaca postingan www.indoforum.org  tanggal 6 Desember 2008 Soekarno tumbal bangsa memang rasanya tidak dapat dipungkiri, bahkan tidak cukup sampai Soekarno saja yang menjadi tumbal, anak keturunan nya ikut pula menjadi tumbal, berikut kutipannya.
Soekarno tumbal bangsa

Saturday, August 21, 2010

Ganyang Malaysia

Sekarang adalah momentum yang tepat untuk menyatukan kembali bangsa Indonesia yang sudah terpecah belah.. Dahulu Bangsa Indonesia bersatu karena mempunyai musuh yang sama yaitu PENJAJAH. Jadikanlah Malaysia musuh yang sama juga untuk mempersatukan bangsa ini. Ganyang Malaysia Satukan Indonesia.

Berita Terbaru