Wednesday, June 20, 2012

Remunerasi Bikin Kerja PNS Tambah "Malas"

IndoWatch-Jakarta: Gaji kecil saja santai apalagi gaji besar. Pengamat administrasi negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sofyan Effendi menyoroti pelaksanaan reformasi birokrasi yang sudah dilaksanakan instansi pusat. Menurut dia, 16 kementerian/lembaga yang telah melaksanakan reformasi birokrasi lebih terfokus pada peningkatan remunerasi.
Di daerah bahkan peningkatan remunerasi tejadi tanpa diikuti reformasi birokrasi. "Akibatnya terjadi gejala birokrasi biaya tinggi tetapi kinerja rendah, baik di instansi pusat dan daerah," ujar Sofyan di Jakarta, Minggu (20/5).
Dikatakannya, reformasi birokrasi mutlak diperlukan untuk menciptakan birokrasi publik yang berintegritas tinggi. Di samping memenuhi keperluan publik serta bersih dari praktik KKN. "Praktik KKN terjadi pada semua cabang pemerintahan, sehingga pemberantasannya bertambah sukar," ucapnya.
Untuk memberantasan praktik KKN, tambah Sofyan, perlu penindakan tegas terhadap para pelaku, dimulai dari pejabat atasan. "Yang sulit kalau pejabat atasannya ikutan KKN, sehingga tidak bisa menindak bawahannya yang korup. Itu sebabnya, korupsinya semakin mengakar karena bawahan yang korup ada dalam situasi aman (dilindungi atasannya, red)," tandasnya. (mnt/esyjpn)
sumber : klik disini

Wednesday, May 9, 2012

Perda Bernuansa Agama dan Masa Depan Demokrasi Indonesia, Sebuah Sketsa


Oleh Ahmad SuaedyHadirnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) bernuansa agama sejak demokratisasi dan desentralisasi Indonesia paka Orde Baru telah membetot perhatian banyak kalangan. Sebagian besar mengkhawatirkan bahwa fenomena ini akan menjadi titik balik bagi demokratisasi, yaitu munculnya benih-benih diskriminasi dan pengabaian kesataraan semua warga negara di depan hukum dalam Indonesia yang menganut negara hukum, bahkan hendak mengubah Indonesia menjadi negara yang berdasarkan agama (Islam).
Kekhawatiran demikian sangat beralasan mengingat didirikannya negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945--dengan segala amandemennnya, justeru dimaksudkan sebagai dasar bagi negara demokrasi yang menjunjung tinggi kesamaan warga negara di depan hukum. Di beberapa daerah, praktik dari Perda dan aturan-aturan tersebut telah memberikan efek diskriminasi bagi pelayanan publik yang sangat nyata (Subair Umam dkk, 2007).

Monday, May 7, 2012

Apa Warisan Orang Terkaya di Dunia Kepada Anaknya?

Warren Buffet dan Bill Gates silih berganti menjadi orang terkaya di dunia. Kekayaan mereka mencapai 40 miliar dollar AS. Kita pasti bisa membayangkan setinggi langit, gaya hidup yang dapat dilakoni seseorang denganharta sebanyak itu. Apa saja bisa dilakukan. Apapun bisa dibeli. Tak ada yang mustahil didapat oleh mereka, selama masih bisa ditukar dengan uang. Dua orang terkaya di dunia, bisa berbelanja apa saja.
Tapi, bertolak belakang dengan persepsi orang, Buffet justru hidup sederhana. Tak ada keglamoran. Ia tak suka pesat berlebihan. Saking sederhannya, konon itu kerap membuat malu bawahan-bawahan Buffet yang justru punya gaya hidup dan pola membeli barang mewah. Sang majikan teryata lebih sederhana dari anak buah.

Berita Terbaru