"Idealnya, karena penetapan Idul Fitri menyangkut masalah fikih sosial, jika kita kompak tidak akan ada perbedaan. Bahkan cukup satu fatwa dalam satu negara"
ADA penulis surat pembaca di sebuah surat kabar mewanti-wanti agar tahun 2011 umat Islam melaksanakan Idul Fitri bersama-sama, tidak ada perbedaan. Alasannya, perbedaan hari mengurangi syiar dan cenderung mengundang perpecahan. Ia memberi solusi alternatif, bergantian memakai prinsip penetapan Idul Fitri, misalnya tahun ini memakai aliran rukyah, tahun depan aliran hisab, begitu seterusnya dengan prinsip imam dan makmum. Dasar penetapan Idul Fitri sebenarnya berlandaskan pada hadis dan pemahamannya memunculkan perbedaan pemahaman: aliran rukyah dan aliran hisab. Hal ini wajar karena hadis tersebut memang masih mengandung beberapa arti, di antaranya rukyah bil ilmi (yang melahirkan aliran hisab) dan rukyah bil ain (yang melahirkan aliran rukyah).